khutbah gerhana matahari

BAB 4

*CONTOH KHUTBAH GERHANA MATAHARI*

Khutbah I
ﺍَﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟﻠﻪ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽَ ﻭَﺍﺧْﺘِﻠَﺎﻑَ
ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﻭَﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ﻟَﺂَﻳَﺎﺕٍ ﻟِﺄُﻭﻟِﻲ ﺍﻟْﺄَﻟْﺒَﺎﺏِ . ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺍِﻟَﻪَ
ﺍِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻟَﺎﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ، ﺷَﻬَﺎﺩَﺓَ ﻣَﻦْ ﻫُﻮَ ﺧَﻴْﺮٌ
ﻣَّﻘَﺎﻣًﺎ ﻭَﺃَﺣْﺴَﻦُ ﻧَﺪِﻳًّﺎ. ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﺳَﻴِّﺪَﻧَﺎ ﺣَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ
ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ ﺍﻟْﻤُﺘَّﺼِﻒُ ﺑِﺎﻟْﻤَﻜَﺎﺭِﻡِ ﻛِﺒَﺎﺭًﺍ ﻭَﺻَﺒِﻴًّﺎ. ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ
ﻓَﺼَﻞِّ ﻭَﺳَﻠِّﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻛَﺎﻥَ ﺻَﺎﺩِﻕَ ﺍﻟْﻮَﻋْﺪِ
ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮْﻻً ﻧَﺒِﻴًّﺎ، ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﻭَﺻَﺤْﺒِﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﻳُﺤْﺴِﻨُﻮْﻥَ
ﺇِﺳْﻼَﻣَﻬُﻢْ ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﻔْﻌَﻠُﻮْﺍ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻓَﺮِﻳًّﺎ، ﺃَﻣَّﺎ ﺑَﻌْﺪُ، ﻓَﻴَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ
ﺍﻟْﺤَﺎﺿِﺮُﻭْﻥَ ﺭَﺣِﻤَﻜُﻢُ ﺍﻟﻠﻪُ، ﺍُﻭْﺻِﻴْﻨِﻲْ ﻧَﻔْﺴِﻲْ ﻭَﺇِﻳَّﺎﻛُﻢْ
ﺑِﺘَﻘْﻮَﻯ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻓَﻘَﺪْ ﻓَﺎﺯَ ﺍﻟْﻤُﺘَّﻘُﻮْﻥَ.
ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ : ﻭَﻣِﻦْ ﺀَﺍﻳَٰﺘِﻪِ ﭐﻟَّﻴْﻞُ ﻭَﭐﻟﻨَّﻬَﺎﺭُ ﻭَﭐﻟﺸَّﻤْﺲُ
ﻭَﭐﻟْﻘَﻤَﺮُ ۚ ﻟَﺎ ﺗَﺴْﺠُﺪُﻭﺍ۟ ﻟِﻠﺸَّﻤْﺲِ ﻭَﻟَﺎ ﻟِﻠْﻘَﻤَﺮِ ﻭَﭐﺳْﺠُﺪُﻭﺍ۟
ﻟِﻠَّﻪِ ﭐﻟَّﺬِﻯ ﺧَﻠَﻘَﻬُﻦَّ ﺇِﻥ ﻛُﻨﺘُﻢْ ﺇِﻳَّﺎﻩُ ﺗَﻌْﺒُﺪُﻭﻥَ
Jamaah shalat gerhana bulan as‘adakumullah ,
Setiap orang di antara kita barangkali sudah
mengimani bahwa seluruh keberadaan alam
semesta ini diciptakan oleh Allah subhânahu
wata‘âlâ . Gunung, laut, rerumputan, binatang,
udara, benda-benda langit, jin, manusia, hingga
seluruh detail organ dan sel-sel di dalamnya
tidak luput dari penguasaan dan pengaturan
Allah. Tak satu pun makluk lepas dari
sunnatullah. Inilah makna Allah sebagai Rabbul
‘âlamîn , pemilik sekaligus penguasa dari seluruh
keberadaan; al-Khâliqu kulla syaî’ , pencipta
segala sesuatu. Apa saja dan siapa saja.
Namun, apakah nilai lebih selanjutnya setelah
kita mempercayai itu semua?
Allah menciptakan segala sesuatu tak lain
sebagai ayat atau tanda akan beradaan-Nya.
Dalam khazanah Islam lazim kita dengar istilah
ayat qauliyyah dan ayat kauniyyah. Yang
pertama merujuk pada ayat-ayat berupa firman
Allah (Al-Qur’an), sedangkan yang kedua
mengacu pada ayat berupa ciptaan secara
umum, mulai dari semesta benda-benda langit
sampai diri manusia sendiri.
Dalam Al-Qur’an dijelaskan:
ﺳَﻨُﺮِﻳﻬِﻢْ ﺁﻳَﺎﺗِﻨَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻵﻓَﺎﻕِ ﻭَﻓِﻲ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻬِﻢْ
“Kami (Allah) akan memperlihatkan kepada
mereka tanda-tanda (ayat) Kami di segenap ufuk
dan pada diri mereka sendiri….” (QS Fushshilat
[41]:53 )
Tanda (ayat) tetap akan selalu berposisi
sebagaimana tanda. Ia medium atau perantara
untuk mencapai sesuatu. Kita bisa tahu udara
sedang bertiup ke arah utara ketika kita
menyaksikan daun pepohonan sedang bergerak
ke arah utara. Kita bisa tahu dari kejauhan
sedang terjadi kebakaran saat menyaksikan
kepulan asap membumbung ke udara. Dalam
konteks ini, fenomena daun bergerak dan
membumbungnya asap hanyalah perantara bagi
yang melihatnya tentang apa yang berada di
baliknya, yakni udara dan api.
Dalam skala yang lebih besar dan lebih hakiki,
fenomena pergerakan benda-benda langit yang
demikian tertib, agung, dan menakjubkan adalah
tanda akan hadirnya Dzat dengan kekuasaan
yang tak mungkin tertandingi oleh apa pun dan
siapa pun. Dialah Allah subhânahu wata‘âlâ.
Dengan demikian, fenomena gerhana bulan yang
kita saksikan saat ini pun seyogianya kita
posisikan tak lebih dari ayat. Kita patut
bersyukur mendapat kesempatan melewati
momen-momen indah tersebut. Selain menikmati
keindahan dan mengagumi gerhana bulan, cara
bersyukur paling sejati adalah meresapi
kehadiran Allah di balik peristiwa alam ini.
Jamaah shalat gerhana bulan as‘adakumullah ,
Jika kita sering mendengar anjuran untuk
mengucapkan tasbih “subhânallâh ” (Mahasuci
Allah) kala berdecak kagum, maka sesungguhnya
itu manifestasi dari ajaran bahwa segala sesuatu
—bahkan yang menakjubkan sekalipun—harus
dikembalikan pada keagungan dan kekuasaan
Allah. Kita dianjurkan untuk seketika mengingat
Allah dan menyucikannya dari godaan keindahan
lain selain Dia. Bahkan, Allah sendiri
mengungkapkan bahwa tiap sesuatu di langit
dan di bumi telah bertasbih tanpa henti sebagai
bentuk ketundukan kepada-Nya.
Dalam Suarat al-Hadid ayat 1 disebutkan:
ﺳَﺒَّﺢَ ﻟِﻠَّﻪِ ﻣَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻷَﺭْﺽِ ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟْﻌَﺰِﻳْﺰُ
ﺍﻟْﺤَﻜِﻴْﻢُ
Artinya: “Semua yang berada di langit dan yang
berada di bumi bertasbih kepada Allah
(menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah yang
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
Sementara dalam Surat al-Isra ayat 44
dinyatakan:
ﺗُﺴَﺒِّﺢُ ﻟَﻪُ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕُ ﺍﻟﺴَّﺒْﻊُ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽُ ﻭَﻣَﻦْ ﻓِﻴﻬِﻦَّ ۚ ﻭَﺇِﻥْ
ﻣِﻦْ ﺷَﻲْﺀٍ ﺇِﻟَّﺎ ﻳُﺴَﺒِّﺢُ ﺑِﺤَﻤْﺪِﻩِ ﻭَﻟَٰﻜِﻦْ ﻟَﺎ ﺗَﻔْﻘَﻬُﻮﻥَ
ﺗَﺴْﺒِﻴﺤَﻬُﻢْ ۗ ﺇِﻧَّﻪُ ﻛَﺎﻥَ ﺣَﻠِﻴﻤًﺎ ﻏَﻔُﻮﺭًﺍ
Artinya: “Langit yang tujuh, bumi dan semua
yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah.
Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih
dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak
mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia
adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”
Jamaah shalat gerhana bulan as‘adakumullah,
Apa konsekuensi lanjutan saat kita mengimani,
menyucikan, serta mengagungkan Allah? Tidak
lain adalah berintrospeksi betapa lemah dan
rendah diri ini di hadapan Allah. Artinya,
meningkatnya pengagungan kepada Allah
berbanding lurus dengan menurunnya sikap
takabur, angkuh atas kelebihan-kelebihan diri,
termasuk bila itu prestasi ibadah. Yang diingat
adalah ketakberdayaan diri, sehingga
memunculkan sikap merasa bersalah dan
bergairah untuk memperbanyak istighfar.
Dalam momen gerhana bulan ini pula kita
dianjurkan untuk menyujudkan seluruh
kebanggaan dan keagungan di luar Allah, sebab
pada hakikatnya semuanya hanyalah tanda.
ﻭَﻣِﻦْ ﺁﻳَﺎﺗِﻪِ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞُ ﻭَﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭُ ﻭَﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ ﻭَﺍﻟْﻘَﻤَﺮُ ﻟَﺎ
ﺗَﺴْﺠُﺪُﻭﺍ ﻟِﻠﺸَّﻤْﺲِ ﻭَﻟَﺎ ﻟِﻠْﻘَﻤَﺮِ ﻭَﺍﺳْﺠُﺪُﻭﺍ ﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻱ
ﺧَﻠَﻘَﻬُﻦَّ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺇِﻳَّﺎﻩُ ﺗَﻌْﺒُﺪُﻭﻥَ
“Sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya ialah
malam, siang, matahari, dan bulan. Jangan
kalian bersujud pada matahari dan jangan (pula)
pada bulan, tetapi bersujudlah kalian kepada
Allah yang menciptakan semua itu, jika kamu
hanya menyembah-Nya,” (QS Fushilat [41]: 37).
Dalam tataran praktis, ada yang memaknai
perintah sujud pada ayat tersebut sebagai
perintah untuk melaksanakan shalat gerhana
sebagaimana yang kita lakukan pada malam hari
ini. Momen gerhana bulan juga menjadi wahana
tepat untuk memperbanyak permohonan ampun,
tobat, kembali kepada Allah sebagai muasal dan
muara segala keberadaan.
Semoga fenomena gerhana bulan kali ini
meningkatkan kedekatan kita kepada Allah
subhânahu wata‘âlâ , membesarkan hati kita
untuk ikhlas menolong sesama, serta menjaga
kita untuk selalu ramah terhadap alam sekitar
kita. Wallahu a’lam .
ﺑَﺎﺭَﻙَ ﺍﻟﻠﻪ ﻟِﻲ ﻭَﻟَﻜُﻢْ ﻓِﻰ ﺍْﻟﻘُﺮْﺁﻥِ ﺍْﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ، ﻭَﻧَﻔَﻌَﻨِﻲ
ﻭَﺇِﻳَّﺎﻛُﻢْ ﺑِﻤَﺎﻓِﻴْﻪِ ﻣِﻦْ ﺁﻳَﺔِ ﻭَﺫِﻛْﺮِ ﺍﻟْﺤَﻜِﻴْﻢِ ﻭَﺗَﻘَﺒَّﻞَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻣِﻨَّﺎ
ﻭَﻣِﻨْﻜُﻢْ ﺗِﻼَﻭَﺗَﻪُ ﻭَﺇِﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺍﻟﺴَّﻤِﻴْﻊُ ﺍﻟﻌَﻠِﻴْﻢُ، ﻭَﺃَﻗُﻮْﻝُ
ﻗَﻮْﻟِﻲ ﻫَﺬَﺍ ﻓَﺄﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠﻪَ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢَ ﺇِﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺍﻟﻐَﻔُﻮْﺭُ
ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢ
Khutbah II
ﺍَﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟﻠﻪِ ﻋَﻠﻰَ ﺇِﺣْﺴَﺎﻧِﻪِ ﻭَﺍﻟﺸُّﻜْﺮُ ﻟَﻪُ ﻋَﻠﻰَ ﺗَﻮْﻓِﻴْﻘِﻪِ
ﻭَﺍِﻣْﺘِﻨَﺎﻧِﻪِ. ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺍِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻَ
ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃﻥَّ ﺳَﻴِّﺪَﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ
ﺍﻟﺪَّﺍﻋِﻰ ﺇﻟﻰَ ﺭِﺿْﻮَﺍﻧِﻪِ. ﺍﻟﻠﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ
ﻭِﻋَﻠَﻰ ﺍَﻟِﻪِ ﻭَﺃَﺻْﺤَﺎﺑِﻪِ ﻭَﺳَﻠِّﻢْ ﺗَﺴْﻠِﻴْﻤًﺎ ﻛِﺜﻴْﺮًﺍ
ﺃَﻣَّﺎ ﺑَﻌْﺪُ ﻓَﻴﺎَ ﺍَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺍِﺗَّﻘُﻮﺍﺍﻟﻠﻪَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺃَﻣَﺮَ ﻭَﺍﻧْﺘَﻬُﻮْﺍ
ﻋَﻤَّﺎ ﻧَﻬَﻰ ﻭَﺍﻋْﻠَﻤُﻮْﺍ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﺃَﻣَﺮَﻛُﻢْ ﺑِﺄَﻣْﺮٍ ﺑَﺪَﺃَ ﻓِﻴْﻪِ
ﺑِﻨَﻔْﺴِﻪِ ﻭَﺛَـﻨَﻰ ﺑِﻤَﻶ ﺋِﻜَﺘِﻪِ ﺑِﻘُﺪْﺳِﻪِ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺗَﻌﺎَﻟَﻰ ﺇِﻥَّ
ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﻣَﻶﺋِﻜَﺘَﻪُ ﻳُﺼَﻠُّﻮْﻥَ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰ ﻳﺂ ﺍَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ
ﺁﻣَﻨُﻮْﺍ ﺻَﻠُّﻮْﺍ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠِّﻤُﻮْﺍ ﺗَﺴْﻠِﻴْﻤًﺎ. ﺍﻟﻠﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ
ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠِّﻢْ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ
ﺳَﻴِّﺪِﻧﺎَ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺍَﻧْﺒِﻴﺂﺋِﻚَ ﻭَﺭُﺳُﻠِﻚَ ﻭَﻣَﻶﺋِﻜَﺔِ
ﺍْﻟﻤُﻘَﺮَّﺑِﻴْﻦَ ﻭَﺍﺭْﺽَ ﺍﻟﻠّﻬُﻢَّ ﻋَﻦِ ﺍْﻟﺨُﻠَﻔَﺎﺀِ ﺍﻟﺮَّﺍﺷِﺪِﻳْﻦَ ﺃَﺑِﻰ
ﺑَﻜْﺮٍ ﻭَﻋُﻤَﺮ ﻭَﻋُﺜْﻤَﺎﻥ ﻭَﻋَﻠِﻰ ﻭَﻋَﻦْ ﺑَﻘِﻴَّﺔِ ﺍﻟﺼَّﺤَﺎﺑَﺔِ
ﻭَﺍﻟﺘَّﺎﺑِﻌِﻴْﻦَ ﻭَﺗَﺎﺑِﻌِﻲ ﺍﻟﺘَّﺎﺑِﻌِﻴْﻦَ ﻟَﻬُﻢْ ﺑِﺎِﺣْﺴَﺎﻥٍ ﺍِﻟَﻯﻴَﻮْﻡِ
ﺍﻟﺪِّﻳْﻦِ ﻭَﺍﺭْﺽَ ﻋَﻨَّﺎ ﻣَﻌَﻬُﻢْ ﺑِﺮَﺣْﻤَﺘِﻚَ ﻳَﺎ ﺃَﺭْﺣَﻢَ ﺍﻟﺮَّﺍﺣِﻤِﻴْﻦَ
ﺍَﻟﻠﻬُﻢَّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴْﻦَ ﻭَﺍْﻟﻤُﺆْﻣِﻨَﺎﺕِ ﻭَﺍْﻟﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ
ﻭَﺍْﻟﻤُﺴْﻠِﻤَﺎﺕِ ﺍَﻻَﺣْﻴﺂﺀُ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻭَﺍْﻻَﻣْﻮَﺍﺕِ ﺍﻟﻠﻬُﻢَّ ﺃَﻋِﺰَّ
ﺍْﻹِﺳْﻼَﻡَ ﻭَﺍْﻟﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ ﻭَﺃَﺫِﻝَّ ﺍﻟﺸِّﺮْﻙَ ﻭَﺍْﻟﻤُﺸْﺮِﻛِﻴْﻦَ
ﻭَﺍﻧْﺼُﺮْ ﻋِﺒَﺎﺩَﻙَ ﺍْﻟﻤُﻮَﺣِّﺪِﻳَّﺔَ ﻭَﺍﻧْﺼُﺮْ ﻣَﻦْ ﻧَﺼَﺮَ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦَ
ﻭَﺍﺧْﺬُﻝْ ﻣَﻦْ ﺧَﺬَﻝَ ﺍْﻟﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ ﻭَ ﺩَﻣِّﺮْ ﺃَﻋْﺪَﺍﺀَ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦِ
ﻭَﺍﻋْﻞِ ﻛَﻠِﻤَﺎﺗِﻚَ ﺇِﻟَﻰ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦِ. ﺍﻟﻠﻬُﻢَّ ﺍﺩْﻓَﻊْ ﻋَﻨَّﺎ ﺍْﻟﺒَﻼَﺀَ
ﻭَﺍْﻟﻮَﺑَﺎﺀَ ﻭَﺍﻟﺰَّﻻَﺯِﻝَ ﻭَﺍْﻟﻤِﺤَﻦَ ﻭَﺳُﻮْﺀَ ﺍْﻟﻔِﺘْﻨَﺔِ ﻭَﺍْﻟﻤِﺤَﻦَ ﻣَﺎ
ﻇَﻬَﺮَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻭَﻣَﺎ ﺑَﻄَﻦَ ﻋَﻦْ ﺑَﻠَﺪِﻧَﺎ ﺍِﻧْﺪُﻭﻧِﻴْﺴِﻴَّﺎ ﺧﺂﺻَّﺔً
ﻭَﺳَﺎﺋِﺮِ ﺍْﻟﺒُﻠْﺪَﺍﻥِ ﺍْﻟﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ ﻋﺂﻣَّﺔً ﻳَﺎ ﺭَﺏَّ ﺍْﻟﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦَ.
ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺁﺗِﻨﺎَ ﻓِﻰ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻭَﻓِﻰ ﺍْﻵﺧِﺮَﺓِ ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻭَﻗِﻨَﺎ
ﻋَﺬَﺍﺏَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ. ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻇَﻠَﻤْﻨَﺎ ﺍَﻧْﻔُﺴَﻨَﺎ ﻭَﺍﺇﻥْ ﻟَﻢْ ﺗَﻐْﻔِﺮْ ﻟَﻨَﺎ
ﻭَﺗَﺮْﺣَﻤْﻨَﺎ ﻟَﻨَﻜُﻮْﻧَﻦَّ ﻣِﻦَ ﺍْﻟﺨَﺎﺳِﺮِﻳْﻦَ. ﻋِﺒَﺎﺩَﺍﻟﻠﻪِ ! ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ
ﻳَﺄْﻣُﺮُﻧَﺎ ﺑِﺎْﻟﻌَﺪْﻝِ ﻭَﺍْﻹِﺣْﺴَﺎﻥِ ﻭَﺇِﻳْﺘﺂﺀِ ﺫِﻱ ﺍْﻟﻘُﺮْﺑﻰَ ﻭَﻳَﻨْﻬَﻰ
ﻋَﻦِ ﺍْﻟﻔَﺤْﺸﺂﺀِ ﻭَﺍْﻟﻤُﻨْﻜَﺮِ ﻭَﺍْﻟﺒَﻐْﻲ ﻳَﻌِﻈُﻜُﻢْ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗَﺬَﻛَّﺮُﻭْﻥَ
ﻭَﺍﺫْﻛُﺮُﻭﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﺍْﻟﻌَﻈِﻴْﻢَ ﻳَﺬْﻛُﺮْﻛُﻢْ ﻭَﺍﺷْﻜُﺮُﻭْﻩُ ﻋَﻠﻰَ ﻧِﻌَﻤِﻪِ
ﻳَﺰِﺩْﻛُﻢْ ﻭَﻟَﺬِﻛْﺮُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺃَﻛْﺒَﺮ

Comments